Harga Sebuah Kotak Semir Sepatu

Pernah dengar cerita ini? atau pernah lihat videonya? Yuk simak nih, semoga bisa menjadi inspirasi yang baik.

Seorang anak, sebut saja namanya Ari, sedang duduk di emperan toko di sebuah sudut kota duduk termenung sambil memegangi sebuah karton putih bertuliskan "Saya hanya ingin sebuah kotak semir sepatu". Tidak berselang lama, tampak seorang Bapak dengan perawakan parlente datang mendekati Ari dan bertanya "Kenapa kamu menginginkan kotak semir sepatu?", tanya bapak itu dengan sedikit penasaran. Sontak Ari langsung menjawab, "saya ingin mencari uang dengan kotak semir sepatu itu pak", jawabnya dengan tegas. Bapak itu langsung menimpali, "berapa harga sebuah kotak semir sepatu yang kamu inginkan"?. Ari menjawab "Tiga ratus ribu pak". 

Bapak itu lantas berkata, "wah, mahal amat, pasti kamu mau menipu yah?", Ari dengan cepat menjawab "sebenarnya saya tidak hanya mau membeli kotak semir sepatunya pak, tapi juga dengan peralatan semirnya". Kemudian Adi merogoh uang 20 ribuan dari dalam saku celananya kemudian berkata, maukah bapak mau membantuku untuk mencukupkan uang ini. Bapak itu kemudian menjawab "boleh, tapi ada syaratnya, saya akan mencukupkan uangmu, tetapi kamu harus bisa mengembalikannya dalam waktu 1 bulan. Kamu tidak perlu membayar lebih dari yang saya berikan, tetapi bila tidak kamu tidak bisa mengembalikannya, kamu akan membuat saya kehilangan kepercayaan terhadap orang yang bernasib seperti kamu.

Ari pun menyanggupi permintaan Bapak tersebut, setelah mendapatkan uang tambahan dari Bapak itu, Ari langsung membeli sebuah kotak semir sepatu bersama dengan peralatannya dan memulai menyemir sepatu. Di malam hari, Adi berusaha meningkatkan pendapatannya dengan belajar dari tukang semir sepatu yang sudah mahir yang ia sudah kenal sebelumnya. Dalam waktu 2 minggu, Ari sudah berhasil mengumpulkan uang sebesar 280.000 dan kemudian segera menemui Bapak yang pernah memberinya pinjaman. Kebetulan  kantor Bapak itu hanya berjarak sekitar 1 km dari tempat Ari biasanya menyemir sepatu. Ari menunggu sampai Bapak tersebut keluar dari kantornya.

Tidak berapa lama kemudian, Bapak tersebut pun keluar dari kantor, Ari dengan sedikit berteriak "Pak, pak, saya Ari, yang pernah minta bantuan Bapak". Bapak itu menoleh dan berkata "Oh, ya, gimana kabarmu sekarang". Ari menjawab "Baik pak, saya ingin mengembalikan uang yang pernah bapak berikan ke saya". Bapak itu menjawab "Dananya sudah cukup yah?", kemudian menerima dana dari Ari. Kemudian Bapak itu merogoh kantongnya dan mengambil sebuah gantungan kunci unik dan berkata "Hebat, ini hadiah untukmu atas kerja kerasmu". Si Ari pun menerima hadiah itu sambil berucap "Terima kasih pak".

15 tahun kemudian......

Perusahaan tempat Bapak tersebut bekerja terancam bangkrut karena menderita kerugian akibat resesi ekonomi global. Pada saat yang sama, Bapak tersebut menerima tamu seorang laki-laki yang kurang begitu dikenalnya. Tamu yang datang itu berkata "Bapak masih kenal saya?", Bapak itu menjawab "Mohon maaf pak, saya lupa pak", Sang Tamu berkata "Saya Ari, tukang semir sepatu yang pernah bapak bantu 15 tahun yang lalu". Sekarang ini saya sudah punya tiga perusahaan dan saya dengan perusahaan Bapak lagi mengalami masalah, saya akan membantu Bapak dengan melakukan investasi, Bagaimana pak? Bapak itu berkata, saya senang sekali mendengarnya, terima kasih. Berapa banyak yang kamu ingin bantukan ke perusahaan saya. Tamu yang ternyata Ari menjawab, 280 rb dikali 10 rb, yah 2,8 milyar pak. Dana tersebut Bapak kembalikan dalam waktu satu tahun.

Bapak itu pun langsung berdiri dan memeluk Ari, Terima kasih nak Ari, kamu mau menyelamatkan perusahaan saya dari kebangkrutan. 

Kisah ini memberikan pesan kepada kita bahwa Bila kita menanam padi, maka yakinlah kita akan menuai padi. Berbuat baik kepada orang lain akan berbuah kebaikan baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Semoga kisah ini menginspirasi kita semua.